Selamat Datang di Pusbitari
Kami percaya bahwa seni tari bukan hanya bentuk ekspresi budaya, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat identitas, dan memperkaya wawasan generasi. Karena itu, setiap buku yang kami hadirkan tidak sekadar menjadi bacaan, tetapi juga jendela inspirasi, pengetahuan, dan pelestarian nilai-nilai seni.
Pusat Bina Tari (Pusbitari)
Pusat Bina Tari (Pusbitari) adalah lembaga resmi berbadan hukum yang berkedudukan di Kota Bandung, Jawa Barat, berdasarkan Akta Pendirian Yayasan tanggal 24 April 2009, serta terdaftar dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 1211000612198 yang diterbitkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia.
Sebagai penerbit yang sah secara hukum, Pusat Bina Tari memiliki tujuan untuk:
- Mengembangkan, melestarikan, dan memajukan seni tari serta kebudayaan.
- Memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan publikasi di bidang seni dan budaya.
- Mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam rangka mendukung misi tersebut, Pusat Bina Tari membentuk unit penerbitan dengan nama Pusbitari Press. Pusbitari Press merupakan imprint resmi yang berada di bawah naungan Pusat Bina Tari, dengan fokus penerbitan buku-buku di bidang:
Seni tari dan kebudayaan,
Pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,
Kajian seni dan ilmu pengetahuan terkait.
Melalui Pusbitari Press, Pusat Bina Tari berkomitmen menghadirkan karya-karya bermutu yang memperkaya wawasan, memperluas pengetahuan, serta mendukung perkembangan seni dan budaya di Indonesia.
Biografi
Biografi Irawati Durban Ardjo berarti menghampiri jejak panjang jagat tari Sunda yang mustahil dipisahkan dari perjalanan hidupnya.
Ira menjadi bagian perkembangan jagat tari Sunda pada periode yang amat penting di tahun 1950-an. Bahkan wajar jika menyebut nama Irawati adalah memanggil ingatan ihwal gurunya Rd. Tjetje Somantri, maestro tari Sunda, dan Tb. Oemay Martakusuma di BKI.
Bagaimanakah jejak panjang tari Sunda hadir dalam diri Ira, bagaimana pula sebaliknya ia sebagai penari dan seorang koreografer meninggalkan juga jejak dalam tari Sunda itu sendiri? Etos dan tradisi kreatif seperti apa yang telah dia serap dari para pendahulunya?
Bagaimana ia mentransformasikan itu semua dalam proses kreasi dengan konteks waktu dan ruang yang berbeda?
5 Dasa Warsa Irawati Menari





