Pusat Bina Tari (Pusbitari)
Kami menerbitkan buku-buku yang lahir dari semangat untuk memberdayakan masyarakat dan memperkaya pendidikan, terutama dalam ranah seni tari. Melalui setiap karya yang dibuat, kami berupaya menjaga warisan budaya sekaligus membuka ruang inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang.
Tari Merak Sunda
Penulis: Irawati Durban Ardjo
Tari Merak Sunda yang dikenal luas saat ini adalah hasil reka-cipta Irawati pada tahun 1965, dengan mengubah Tari Merak karya gurunya, Rd. Tjetje Somantri. Perubahan besar dilakukan terhadap bukan saja pada ragam geraknya, tetapi juga pada kostum beserta aksesorisnya, serta iringan gamelannya.
Buku ini menyajikan awal terciptanya Tari Merak Sunda versi Irawati itu, kiprahnya mengangkat menjadi bentuk tari yang menjadi ikon Jawa Barat. Tari yang digemari banyak sanggar tari, sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat di beberapa daerah, sebagai seni pertunjukan di panggung nasional dan internasional, termasuk istana Presiden R.I., terurai di buku ini.
Buku ini lengkap memuat notasi kelahiran dan perkembangannya, iringan gamelan, tutorial secara rinci beserta foto-foto yang memperjelas narasinya.
Ukuran: 19,5 cm X 26 cm, 203 hlm.
5 Dasa Warsa Irawati Menari
Penulis: Ahda Imran & Miftahul Malik, et. al.
Biografi Irawati Durban Ardjo berarti menghampiri jejak panjang jagat tari Sunda yang mustahil dipisahkan dari perjalanan hidupnya.
Di dalamnya Ira menjadi bagian perkembangan jagat tari Sunda pada periode yang amat penting di tahun 1950-an. Bahkan wajar menyatakan menyebut nama Irawati adalah memanggil ingatan ihwal gurunya Rd. Tjetje Somantri, maestro tari Sunda dan Tb. Oemay Martakusuma di BKI.
Bagaimanakah jejak panjang tari Sunda hadir dalam diri Ira, bagaimana pula sebaliknya ia sebagai penari dan seorang koreografer meninggalkan juga jejak dalam tari Sunda itu sendiri? Etos dan tradisi kreatif seperti apa yang telah dia serap dari para pendahulunya? Bagaimana ia mentransformasikan itu semua dalam proses kreasi dengan konteks waktu dan ruang yang berbeda?
Ukuran: 25 cm X 22 cm, 120 hlm.
TARI SUNDA 1880-1990
Melacak Jejak Tb. O. Martakusumah dan Rd. Tjetje Somantri
Buku karya Irawati Durban Ardjo ini, menyuguhkan hasil penelitiannya terhadap dua tokoh seni tari Sunda yang tersohor, yakni Tb. Oemay Martakusuma dan Rd. Tjetje Somantri, yang didahului dengan penelusuran latar belakang seni tari Sunda sejak zaman menak Priangan.
Penjelasannya yang amat rinci, disertai gambar-gambar yang dikumpulkan dan catatan kaki semakin memperjelas kesejarahan tari Sunda modern, membuat buku ini punya mutunya sendiri. Terutama ketekunan penulisnya dalam memburu dokumen-dokumen otentik sejarah tari Sunda sejak tahun 1880 dari Bandung dan Belanda .
(Prof. Yakob Sumardjo)
Ukuran: 17 cm X 24 cm, 228 hlm.
TARI SUNDA 1940-1965
Rd. Tjetje Somantri dan Kiprah BKI
Di Jawa Barat bagaimana upaya Tjetje, Oemay, Kayat dan tokoh-tokoh BKI lainnya dalam mewujudkan tari pertunjukan Sunda, khususnya tari puteri yang sebelumnya tidak ada?
Di buku ini dapat diikuti proses perwujudan tari di BKI, dengan 38 tari-tarian yang diasuh, ditata dan diciptakan Tjetje sejak tahun 1946 hingga tahun 1963. Pola lantai, rincian gerak tari, 121 foto dan 112 pertunjukan BKI dan Rinenggasari dari tahun 1952 – 1965, dapat membuktikan betapa tarian BKI dan Kota Bandung menjadi pusat perhatian Presiden Soekarno untuk menjamu tamunya.
Buku ini ditulis untuk melengkapi buku-buku Tari Sunda 1880-1990, Melacak Jejak Tb. Oemay Martakusuma dan Rd. Tjetje Somantri.
Ukuran: 17 cm X 24 cm, 247 hlm.
Teknik Tari Sunda Klasik Puteri
Penulis: Irawati Durban Ardjo
Buku ini menekankan “olah-raga”, yang menjadi dasar atau syareat dari tari. Syareat itu, diajari atau tidak, jika ditekuni akan turut membawa kita pada tingkat hakekat, bahkan ke-makrifat-an. Buku ini mengartikulasikan bagian yang terkatakan walau sangat sulit. Semua karya, kreativitas, atau laku kesenian adalah gerakan dinamis antara yang terkatakan dan yang tidak terkatakan, antara ragawi dan sukmawi. (Endo Suanda)
Ukuran: 20 cm X 26 cm, 171 hlm.
KAWIT
'Teknik Gerak Tari & Tari Dasar Sunda' bagi pemula
Belajar tari bukan hanya belajar gerak semata, akan tetapi belajar gerak yang terkendali. Efeknya sangat menyeluruh. Bukan hanya perkembangan psikomotor dan intelektualitas semata, akan tetapi aspek afeksi yang menjadi muatan paling besar dalam pembentukan karakter sangat dominan.
Buku Kawit “Teknik Gerak Tari & Tari Dasar Sunda” ini akan menuntun para pelatih/ guru tari dalam mengajar murid yang mulai mempelajari tari Sunda sesuai aspek di atas.
Buku KAWIT ini adalah tuntunan praktis bagi para pemula (guru/pelatih/siswa) dalam belajar/mengajar tari untuk siswa SD, SMP mulai dari olah tubuh, teknik dasar tari Sunda hingga tari dasar, dilengkapi panduan VCD dan kaset lagu tari.
Ukuran: 17 cm X 24 cm, 228 hlm.
200 Tahun Seni di Bandung
Penyusun: Irawati Durban Ardjo
Membaca buku 200 Tahun Seni di Bandung, kita merasa diajak bertamasya ke lorong waktu. Kehidupan berkesenian di Bandung dengan segala ragamnya telah menjadi taman bunga yang menambah keindahan dan kesemarakan kota. Dengan mengenal kesenian dari masa ke masa, kita pun dapat mengenal perkembangan dan perubahan suatu peradaban dengan mengenal sejarah “kreativitas”suatu masyarakat. Sebuah buku yang ditulis oleh 14 penulis ini patut dibaca oleh mereka yang ingin melacak jejak sejarah sepanjang dua abad, tentang seni pertunjukkan di Bandung, seperti seni tari, pencak silat, karawitan, pedalangan, sastra, gedung pertunjukan, teater, film, musik, siaran radio, dan seni rupa.
Ukuran: 21,5 cm X 28 cm, 500 hlm.